DESAIN OFFSHORE PIPELINE BLOK BD SELAT MADURA
Rieska Mawarni Putri dan Prof. Dr. Ir. Ricky Lukman Tawekal
Program Studi Teknik Kelautan
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
rieska.mawarniputri@gmail.com dan ricky@ocean.itb.ac.id
Abstrak
Minyak dan gas bumi merupakan sumber energi tak terbarukan (non-renewable energy) yang dipakai secara luas sebagai bahan bakar utama pada sektor pertanian, industri, sistem komunikasi, maupun transportasi. Permasalahan yang muncul adalah penurunan produksi minyak dan gas bumi karena berkurangnya cadangan tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka eksplorasi ladang-ladang minyak dan gas bumi dilakukan di laut, terutama pada laut dalam (deepwater). Kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan produksi minyak bumi tidak terlepas dari peranan infrastruktur yang mendukung keberjalanannya. Contoh infrastruktur tersebut adalah jaringan pipa bawah laut (offshore pipeline) yang berfungsi sebagai penyalur minyak atau gas bumi dari sumur atau anjungan lepas pantai menuju darat atau fasilitas pemrosesan. Parameter yang harus diperhatikan dalam desain pipa bawah laut, diantaranya parameter operasional seperti tekanan dan suhu konten pipa, serta parameter lingkungan seperti arus dan gelombang. Pada Tugas Akhir ini, akan dilakukan desain dan analisis instalasi pipa penyalur gas bawah laut di Selat Madura. Desain yang dilakukan meliputi pemilihan ketebalan pipa dengan membandingkan empat kode: API RP 1111, ASME B31.8, DNV 1981, dan DNV OS F101; desain ketebalan lapisan pemberat beton untuk analisis on-bottom stability dengan membandingkan kode DNV RP E305 dan DNV RP F109; serta penentuan bentang bebas maksimum dengan membandingkan kode DNV 1981 dan DNV RP F105. Analisis instalasi dipilih metode S-Lay dan dilakukan secara statik dengan menggunakan bantuan Perangkat Lunak Offpipe 2.04. Analisis instalasi bertujuan untuk menentukan kelayakan pipa yang sudah didesain untuk dapat diaplikasikan dan diinstalasi di laut. Analisis ini meliputi pemilihan laying-vessel serta pengecekan tegangan yang terjadi pada pipa saat diinstalasi terhadap properti pipa yang sudah didesain. Hasil penghitungan desain didapatkan ketebalan pipa sebesar 13 mm, tebal lapisan beton 60 mm dan panjang bentang bebas maksimum sebesar 23.8 meter.
Kata Kunci: Pipa Bawah Laut, Pressure Containment, Pressure Collapse, Buckling, Buckling Propagation, On-Bottom Stability, S-Lay, Overbend, Sagbend, dan Bentang Bebas.
