ANALISIS SISTEM MOORING PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS LAUT

Bagas Sulistya Wibawa dan Ricky Lukman Tawekal

Program Studi Sarjana Teknik Kelautan

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan

Institut Teknologi Bandung

bagas_sulistya@yahoo.co.id dan ricky@ocean.itb.ac.id

 

ABSTRAK

Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengetahui respon gerak pada struktur alat pembangkit listrik tenaga arus sistem terapung terhadap beban lingkungan, mendapatkan desain mooring dan translasi horizontal maksimum dari konfigurasi mooring alat pembangkit listrik tenaga arus sistem terapung yang direkomendasikan. Struktur yang dibahas terdiri dari alat pembangkit listrik terapung dan mooring. Struktur akan dimodelkan menjadi kondisi operasi, dengan asumsi keadaan turbin tidak bergerak dan dengan 4 konfigurasi pola 4 tali mooring kemudian dilakukan peninjauan gaya tarik mooring yang terjadi dan translasi sumbu horizontal. Beban luar yang ditinjau berupa beban lingkungan berupa gelombang dan arus pada Selat Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian berupa pemodelan struktur dengan menggunakan perangkat lunak MOSES dan Orcaflex. Hasil pemodelan akan menunjukkan respon gerakan struktur terhadap beban lingkungan untuk arah datang gelombang 0, 45, 90, 135, 180, 215, 270, dan 315 derajat, gaya tarik efektif minimal dan maksimal pada ujung-ujung tali mooring, dan offset maksimum dari struktur. Dari hasil pemodelan tersebut, didapat bahwa seluruh gerakan struktur, kecuali heave, memberikan nilai pada 3 arah gelombang datang utama, yaitu dari arah 0, 45, dan 90 derajat, lalu tali mooring yang digunakan di dalam pemodelan aman untuk diaplikasikan pada kondisi damage maupun intact, dan yang terakhir, jarak aman struktur rekomendasi dengan 4 tali mooring memiliki nilai lebih kecil daripada struktur dengan 1 tali mooring.

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [167.87 KB]