PEMODELAN POLA RAMBAT GELOMBANG SUARA DARI KOTAK HITAM DENGAN METODE RAY TRACING DI PERAIRAN INDONESIA
Ina Annisa Putri 1 dan Irsan Soemantri Brodjonegoro, Ph.D 2
Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB
email: putri.ina93@gmail.com dan irsansb@ocean.itb.ac.id
ABSTRAK
Salah satu bagian dari kotak hitam yang dapat memancarkan sinyal gelombang suara dalam air adalah underwater locator beacon (ULB). Untuk mendeteksi keberadaan kotak hitam yang jatuh ke perairan dibutuhkan suatu pemodelan pola rambat gelombang suara yang dipancarkan oleh kotak hitam. Pemodelan ini bertujuan untuk melihat bagaimana pola rambat gelombangnya sehingga dapat ditentukan kedalaman minimal hydrophone dari kapal pencari kotak hitam. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan pemodelan gelombang suara dari kotak hitam dengan metode ray tracing dengan bantuan MATLAB 7.10 untuk pengolahan data dan perhitungannya. Lokasi tinjau yang diambil adalah Selat Lombok dan Selat Makassar dimana pada masing-masing lokasi dibagi lagi menjadi 3 tempat tinjau sehingga akan ada 6 lokasi tinjau. Data-data yang diperlukan diantaranya adalah data temperatur, salinitas, cepat rambat suara yang diperoleh dari World Ocean Atlas Database, serta data kedalaman yang didapatkan dari Google Earth. Ada beberapa asumsi yang digunakan dalam pemodelan, yaitu: tidak terjadi kehilangan energi (transmission loss) sepanjang perambatan gelombang, dan terjadi pemantulan sempurna ketika gelombang mencapai dasar atau permukaan perairan. Berdasarkan hasil pemodelan, dapat disimpulkan bahwa kedalaman minimal penempatan hydrophone untuk lokasi Lombok 1 adalah 153.8 m, Lombok 2 adalah 256.8 m, dan Lombok 3 adalah 328.8 m sedangkan untuk lokasi Makassar 1 adalah 271.3 m, Makassar 2 adalah 243.2 m, dan Makassar 3 adalah 4.5 m.
Kata kunci: kotak hitam, ray tracing, akustik
