DESAIN & ANALISIS INSTALASI PIPA BAWAH LAUT DENGAN METODE S-LAY DI LAUT JAWA
Shilla Rizqi Widianto dan Prof. Ir. Ricky Lukman Tawekal, MSE, Ph.D
Program Studi Sarjana Teknik Kelautan
Faskultas Teknik Sipil dan Lingkungan
Institut Teknologi Bandung
shillarizqi@gmail.com dan ricky@ocean.itb.ac.id
ABSTRAK
Dalam mentranspor gas di lautan, dibutuhkan fasilitas-fasilitas penunjang yang berbeda, salah satunya adalah subsea pipeline (pipa bawah laut). Dibutuhkan desain yang baik agar pipa bawah laut dapat beroperasi selama masa layan yang diinginkan. Setelah desain dari pipa bawah laut ditentukan berdasarkan beban operasional dan beban lingkungan, pipa harus dipastikan dapat digelar menggunakan barge yang tersedia. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mendesain ketebalan dinding dan ketebalan selimut beton pipa serta melakukan pengecekan kriteria pipa agar dapat digelar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam pengerjaannya, ketebalan dinding pipa ditentukan berdasarkan beberapa kriteria dan ditinjau pada beberapa kondisi dan dipilih kriteria yang memberikan hasil paling konservatif. Desain ketebalan selimut beton dilakukan dengan mengacu pada dua kriteria yang harus dipenuhi, pertama kestabilan vertikal dan kestabilan lateral, dan ditinjau pada beberapa kondisi yang relevan. Tebal selimut beton dipilih berdasarkan kebutuhan minimum yang harus dipenuhi agar kriteria yang telah ditentukan terpenuhi. Pada analisis instalasi statik dipilih barge yang optimum dengan konfigurasi tertentu berdasarkan acceptance criteria yang berlaku. Barge serta konfigurasi ini digunakan dalam analisis instalasi dinamik untuk mengetahui layability dari pipa yang telah didesain. Kesimpulan yang didapat dari pengerjaan tugas akhir ini adalah dipilih ketebalan dinding dan selimut beton masing – masing sebesar 14.3mm dan 60mm, serta pipa yang digelar menggunakan barge memenuhi acceptance criteria yang berlaku.
Kata Kunci : wall thickness, on-bottom stability, installation analysis, s-lay
