ANALISIS INSTALASI PIPA BAWAH LAUT PADA SAAT INSTALASI
Andi Rahmawan 1 dan Dr. Paramashanti, ST., MT. 2
Program Studi Sarjana Teknik Kelautan
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
andi.rahmawan08@gmail.com 1 dan parama@ocean.itb.ac.id 2
Abstrak. Selama masa penggelaran pipa di bawah laut, pipa memiliki potensi kegagalan (terjadinya buckling) akibat beberapa hal, diantaranya adalah akibat dari beban luar yang berupa gelombang. Agar pipa bawah laut dapat dipasang di dasar laut, perlu dilakukan pengecekan desain dan analisis instalasi pipa bawah laut dengan memperhitungkan beban (load) yang diterima oleh struktur pipa agar tidak melebihi kapasitas (resistance) yang dapat ditahan oleh struktur pipa tersebut. Namun dalam analisis desain, tidak menutup kemungkinan adanya kegagalan pada saat instalasi akibat dari beban lingkungan yang bersifat acak dimana beban yang diterima oleh pipa dapat melebihi kapasitas tahanan desainnya. Untuk mengetahui potensi kegagalan pipa pada saat instalasi perlu dilakukan analisis reliabilitas pipa agar dapat mengetahui tingkat kehandalan struktur pada masa penggelaran. Analisis perhitungan dilakukan dengan 2 kondisi, yaitu kondisi statik (tidak memperhitungkan beban lingkungan) dan kondisi dinamik (memperhitungkan gerakan laybarge akibat beban lingkungan). Dimana kondisi statik digunakan untuk optimasi konfigurasi agar tegangan yang diterima pipa dapat memenuhi kriteria tegangan yang diizinkan. Selanjutnya dilakukan analisis reliabilitas pipa di titik pipa terkritis yaitu daerah overbend dengan memperhitungkan beban lingkungan berupa gelombang yang berfungsi sebagai variabel acak. Studi kasus yang diambil penulis adalah pemasangan pipa bawah laut yang menghubungkan Labuhan Maringgai – Bojonegara dengan diameter pipa sebesar 32 inci.
Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan pengecekan desain ketebalan pipa yang sudah ditentukan dengan menggunakan kode standar DNV OS F101 Submarine Pipeline Systems 2007, analisis instalasi pipa untuk kondisi statik dan kondisi dinamik menggunakan perangkat lunak OFFPIPE, mengetahui hubungan variasi
besar gelombang terhadap tegangan yang terjadi dan menghitung probabilitas kegagalan pipa pada saat instalasi dengan moda kegagalan kriteria combined loading menggunakan simulasi Monte Carlo. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa tegangan yang terjadi pada pipa cukup besar terutama untuk arah datang gelombang 90o. Dari hasil perhitungan juga didapat bahwa titik tegangan terkritis terjadi dominan di daerah stinger, sehingga probabilitas kegagalan akan dihitung berdasarkan titik terkritis ini. Probabilitas kegagalan pipa pada saat instalasi juga bernilai besar ditandai dengan level frekuensi probabilitas kegagalan yang bernilai 4 hingga 5. Diketahui juga bahwa dalam perhitungan menggunakan gelombang reguler, hubungan tinggi gelombang terhadap tegangan yang terjadi pada pipa tidak menunjukkan hubungan yang linear, hal ini dapat diartikan semakin besar tinggi gelombang bukan berarti tegangan yang terjadi pada pipa semakin besar.
Kata Kunci: Instalasi pipa, overbend, kombinasi pembebanan, reliabilitas, Monte Carlo.
