DESAIN DAN ANALISIS CROSSING PIPA BAWAH LAUT
Irene Gloriani Putri dan Ricky Lukman Tawekal
Program Studi Sarjana Teknik Kelautan
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
1irene_gloriani@students.itb.ac.id dan 2ricky@ocean.itb.ac.id
Abstrak: Pemilihan rute pipa bawah laut harus memiliki banyak pertimbangan. Salah satunya adalah menghindari terjadinya persilangan dengan pipa eksisting yang telah terpasang. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan minyak dan gas bumi, persilangan pipa bawah laut baru dengan eksisting tidak terhindarkan. Pipa diharapkan tidak mengalami keretakan, korosi, dan kelelahan saat berada di bawah laut. Proses desain pipa bawah laut mengacu pada beberapa standar desain. Proses yang dilakukan antara lain menentukan tebal dinding pipa, analisis kestabilan, analisis instalasi, dan analisis bentang bebas. Tebal dinding pipa ditentukan berdasarkan empat kriteria yang mengacu pada standar desain DNV-OS-F101. Nilai terbesar yang diperoleh menjadi tebal dinding desain agar pipa terhindar dari korosi internal. Analisis kestabilan pipa akan menentukan tebal lapisan beton. Lapisan tersebut dapat membantu pipa agar tetap stabil di bawah laut. Analisis kestabilan pipa mengacu kepada standar desain DNV-RP-F109. Selain itu, spesifikasi lay barge untuk menginstalasi pipa dapat ditentukan dari analisis instalasi. Desain dilanjutkan dengan analisis bentang bebas yang mengacu pada DNV-RP-F105. Dari analisis ini akan diperoleh panjang bentang bebas yang diizinkan. Seluruh proses desain dilakukan dalam tiga kondisi yaitu instalasi, hidrotes, dan operasi. Pada Tugas Akhir ini, panjang bentang bebas yang diperoleh sebesar 7.5 m dan nilai ini digunakan untuk analisis crossing. Analisis ini dipengaruhi juga oleh tinggi struktur pendukung. Tegangan dari analisis crossing diperiksa agar memenuhi dari tegangan yang diizinkan. Dirancang dua pemodelan yaitu empat struktur concrete mattress dengan satu struktur concrete sleeper dan tujuh struktur concrete sleeper. Kedua pemodelan tersebut telah memenuhi syarat.
Kata Kunci: analisis kestabilan, bentang bebas, crossing, pipa bawah laut, tebal dinding.
