METAL LOSS ASSESSMENT BERSDASARKAN ASME B.31G-1991 DAN API RP 579 STUDI KASUS PIPELINE PT PGN GRISSIK-PAGARDEWA
Mohd Akhir dan Sri Murti Adiyastuti, Ph.D
Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung, 40132
akhitanpaakhir@gmail.com dan adiyastuti@ocean.itb.ac.id
Abstrak : Laporan Tugas Akhir ini membahas metal loss assesment yang dilakukan pada pipa terkorosi. Pipa yang terkorosi diambil dari kasus pipeline PT PGN Grissik-Pagardewa. Metal loss assessment yang dilakukan menggunakan kode ASME B31.G 1991 dan API RP 579. Metal loss assesment yang dilakukan menggunakan kode ASME B.31.G1991 lebih menitik- beratkan pada perhitungan tegangan pipa terkorosi, tools yang digunakan adalah microsoft excel 2010 dan pipeline toolbox, sedangkan API RP 579 membandingkan sisa ketebalan pipa terkorosi dengan beberapa parameter dan juga menghitung tegangan pipa terkorosi. Tools yang digunakan adalah microsoft excel dan ABAQUS 6.11. Jenis korosi yang terjadi pada pipeline PT PGN Grissik-Pagardewa adalah korosi internal, memiliki kedalaman 3.16 mm dengan ketebalan pipa 15.8 mm, memiliki panjang arah longitudinal 22 mm dan arah circumferential 15 mm dan terletak pada jam 08.56 pada pipa, korosi terjadi antara kilometer point 26 dan kilometer point 27, data korosi didapatkan menggunakan alat yang dinamakan Inteligent Pig. Kesimpulanya kedua perhitungan metal loss assessment menyatakan bahwa pipeline PT PGN Grissik-Pagardewa masih aman.
Kata Kunci : korosi, assessment, tegangan.
