Studi Pengaruh Hydraulic Fracture di Sekitar Conductor Terhadap Pondasi Anjungan Lepas Pantai
Hendra Kusuma Wardana dan Hendriyawan
Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
hkusuma.wardana@gmail.com dan hendriyawan_nln@yahoo.com
Abstrak: Saat melakukan pengeboran sumur minyak, digunakan fluida pengeboran (lumpur) untuk membantu sirkulasi saat pengeboran agar tanah sisa pengeboran dapat tertransport ke atas dan mengurangi panas pada mata bor. Apabila conductor atau casing tidak cukup dalam, maka tekanan dari fluida pengeboran (lumpur) dapat menyebabkan terjadinya kerusakan formasi (tanah) yang biasa disebut hydraulic fracture. Konsekuensi dari terjadi hydraulic fracture adalah hilang sejumlah lumpur (mud losses) kedalaman retakan, sehingga sirkulasi pengeboran terhenti dan berujung pada kerugian biaya dan waktu. Selain itu, jika sejumlah besar lumpur mengalir ke formasi (tanah) dibawah anjungan, maka dimungkinkan dapat mengancam keutuhan pondasi tanah dan menyebabkan masalah keamanan.
Untuk itu, pada penelitian ini akan dillakukan analisis terkait hydraulic fracture dan pengaruhnya terhadap keamanan pondasi. Beberapa studi literatur dan analisis teoritis hydraulic fracture di tanah lempung dan pasir akan dilakukan pada penelitian ini. Pengembangan model elemen hingga untuk memodelkan pengaruh hydraulic fracture pada kondisi tanah aktual dilakukan dengan ngacu pada analisis teoritis dan diverifikasi oleh data pengujian hydraulic fracture (HFT) di lapangan. Hasil analisis elemen hingga menunjukan bahwa tekanan lumpur ini mampu merusak kekuatan tanah di sekitar conductor dan mengancam keamanan pondasi.
