DESAIN PROTEKSI KATODIK ANODA KORBAN PADA PIPA BAWAH LAUT

Adli Syahmi dan Dr. Ir. Sri Murti Adiyastuti, M.Sc.

Program Studi Teknik Kelautan
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10 Bandung 40132

adlimf@gmail.com dan adiyastuti@ocean.itb.ac.id

Abstrak : Jaringan pipa bawah laut atau pipeline merupakan salah satu infrastruktur yang digunakan dalam pemanfaatan sumber daya alam minyak dan gas. Desain dan kontruksi pipa harus dapat menjamin terjaganya keutuhan jaringan pipa bawah laut tersebut selama masa operasi. Penentuan ketebalan dinding pipa (wall thickness) merupakan salah satu tahap dalam perancangan struktur pipa bawah laut, bertujuan agar pipa mampu menanggung beban tekanan internal dari fluida yang terkandung di dalamnya serta beban tekanan eksternal dari lingkungan. Korosi merupakan proses spontan yang tidak bisa dihentikan, tetapi bisa dikendalikan. Korosi mengakibatkan perusakan serta penipisan material struktur yang akan menurunkan kekuatan struktur tersebut, dalam hal ini pipa bawah laut. Proteksi katodik anoda korban/Sacrificial Anode Cathodic Protection/SACP) merupakan salah satu cara pengendalian korosi. Dengan adanya pengurangan laju korosi pada material logam tersebut, diharapkan kerusakan material logam akibat korosi akan diperlambat, yang berdampak pada masa pakai struktur yang akan lebih panjang sesuai dengan rencana. Dalam studi ini, akan dilakukan perancangan/desain proteksi katodik dengan metode anoda korban pada pipa bawah laut agar didapatkan jumlah anoda dan jarak pemasangan yang dibutuhkan untuk memproteksi pipa dari korosi, setelah sebelumnya dilakukan penentuan tebal dinding pipa, yang merupakan salah satu masukan pada desain proteksi katodik anoda korban.

Kata kunci: pipa bawah laut, tebal dinding pipa, korosi, proteksi katodik, anoda korban.

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab