ANALISIS FATIGUE PADA BENTANG BEBAS PIPA BAWAH LAUT
Fathur Rizki 1 dan Rildova 2
Program Studi Teknik Kelautan
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung,
Jalan Ganesha 10 Bandung 40123
fathurizki@gmail.com dan rildova@ocean.itb.ac.id
ABSTRAK
Fatigue merupakan bentuk dari kegagalan yang terjadi pada struktur akibat beban dinamik yang terjadi dalam waktu lama dan berulang-ulang. Fenomena fatigue pada jaringan pipa bawah laut umumnya terjadi pada bentang bebas (free span) akibat gaya gelombang maupun gaya arus yang mengenai pipa. Ketika gelombang dan arus mengenai pipa maka pipa akan mengalami getaran akibat adanya vortex, dalam kasus ini biasa disebut VIV (vortex induced vibration). Semakin panjang suatu bentang bebas pada pipa bawah laut, maka semakin cepat fenomena fatigue terjadi. Untuk mengatasi hal ini, biasanya panjang pipa yang menggantung diperpendek dengan menambah supporting pada bentang bebas. Pipa yang sudah ditambahkan supporting harus memenuhi umur desain yang direncanakan. Studi analisis fatigue ini dilakukan pada jalur pipa bawah laut Labuhan Maringgai – Muara Bekasi dengan mengecek ketebalan dinding pipa dengan menggunakan DNV OS F101, mengecek kestabilan pipa di dasar laut menggunakan DNV RP E305, mencari panjang bentang bebas izin (statik dan dinamik) menggunakan DNV 1981, dan menghitung umur fatigue yang terjadi pada bentang bebas dengan panjang 100 meter menggunakan DNV RP F105. Dari hasil studi didapatkan bahwa pipa membutuhkan buckle arrestor ketika pengoperasiannya, pipa sudah stabil pada arah vertikal dan lateral dengan pemberat selimut beton setebal 60 mm, namun dengan panjang bentang bebas 100 meter pipa tidak memenuhi kriteria desain selama 20 tahun. Setelah dilakukan mitigasi dengan menambah supporting pada bentang bebasnya, dapat disimpulkan bahwa panjang bentang bebas maksimal agar memenuhi kriteria desain sebesar 95 meter.
Kata Kunci: fatigue, VIV (vortex induced vibration), free span
