Teknik Lepas Pantai merupakan bidang keilmuan teknik yang dicirikan dengan penekanan pada rekayasa infrastruktur tipe tetap maupun terapung di lepas pantai yang digunakan dalam berbagai berbagai aktivitas  seperti eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas, energi terbarukan, transportasi laut dan aktivitas lain di lepas pantai.

Offshore Engineering is a field of engineering science characterized by an emphasis on the engineering of fixed and floating types of offshore infrastructure used in various activities such as oil and gas exploration and exploitation, renewable energy, marine transportation and other offshore activities.

Kelompok Keahlian Teknik Lepas Pantai di Institut Teknologi Bandung merupakan pengembangan dari bidang keahlian Teknik Kelautan di ITB yang sudah dirintis sejak lebih dari 30 tahun yang silam. Dengan dimotivasi Indonesia negara maritim dengan  potensi sumber daya yang melimpah, Kelompok Keahlian Teknik Lepas Pantai ikut berperan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan sumber daya kelautan melalui kegiatan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, pengabdian masyarakat dan penelitian. Dengan demikian, hubungan antara Kelompok Keahlian Teknik Lepas Pantai dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah dan swasta terjalin dengan baik melalui kerjasama penelitian dan layanan profesi. Di skala global, anggota Kelompok Keahlian Teknik Lepas Pantai juga terlibat aktif dalam forum nasional maupun internasional, baik sebagai anggota asosiasi keahlian maupun dalam konferensi. Kelompok Keahlian Teknik Lepas Pantai beranggotakan akademisi lulusan universitas terkemuka dari berbagai belahan dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Australia, Jepang, Norwegia, Malaysia dan Indonesia yang memiliki kompetensi yang mumpuni.

The Offshore Engineering Expertise Group at the Institut Teknologi Bandung is an extension of the ITB’s Ocean Engineering expertise, which began more than 30 years ago. Motivated by Indonesia’s status as a maritime country with abundant potential resources, the Offshore Engineering contributes to the development and optimization of marine resources through higher education’s tri dharma activities of education, community service, and research. As a result of research collaboration and professional services, the relationship between Offshore Engineering Research Group and various stakeholders, including the government and the private sector, is well established. Members of Offshore Engineering Research Group are also active in national and international forums, both as members of expertise associations and in conferences, on a global scale. Academics with qualified competencies from leading universities in the United States, the United Kingdom, the European Union, Australia, Japan, Norway, Malaysia, and Indonesia comprise the Offshore Engineering Research Group .

Terdapat tujuh fokus penelitian utama yang dikembangkan dalam Kelompok Penelitian Teknik Lepas Pantai; Teknologi Rekayasa Lepas Pantai, Pipa dan Riser Bawah Laut, Struktur Terapung, Material dalam Lingkungan Laut, Geoteknik Kelautan, dan Teknologi Pertahanan Laut.

The Offshore Engineering Research Group has seven main research focuses: Offshore Engineering Technology, Submarine Pipes and Risers, Floating Structures, Materials in the Marine Environment, Marine Geotechnical, and Marine Defense Technology.

 

 

Dirintis sejak tahun 2019, mulai tahun 2022, KK Teknik Lepas Pantai bekerjasama dengan Ikatan Ahli Fasilitas Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), melalui Program Studi Magister Teknik Kelautan, membuka program magister dengan jalur pilihan khusus yang baru yakni Jalur Pilihan Manajemen Proyek Lepas Pantai. Jalur pilihan Teknik Kelautan ITB merupakan Pelopor di bidang Pendidikan Rekayasa Infrastruktur Kelautan. Didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki banyak pengalaman baik di bidang pendidikan maupun industri rekayasa infrastruktur kelautan. Jalur pilihan Manajemen Proyek Lepas Pantai berkolaborasi dengan IAFMI, para ahli industri dengan pengalaman di bidang manajemen proyek kelautan akan mendukung kegiatan pembelajaran di prodi tersebut.

Beginning in 2022, the Offshore Engineering Research Group, in collaboration with the Indonesian Oil and Gas Facility Expert Association (IAFMI), launched a master program with a new special pathway, namely the Offshore Project Management Path, through the Ocean Engineering Masters Study Program. ITB’s Ocean Engineering is a forerunner in the field of Ocean Infrastructure Engineering Education. Supported by teaching staff with extensive experience in both education and the ocean infrastructure engineering industry. The study program’s learning activities will be supported by the selection of Offshore Project Management in collaboration with IAFMI, industry experts with experience in marine project management.

Admission website: